Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Ketika Hujan

Gambar
Kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan turun? Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya  -Tere Liye dalam novel Hujan- Perihal hujan ini, jadi inget temen saya si Lasna atau Dwi yang pernah bilang "Hujan itu 1% air, 99%-nya kenangan." Sebuah kalimat yang keluar saat perjalanan saya, Dwi, dan Lasna terhenti karena hujan yang turun kian deras.  Kita bertiga berteduh di bengkel motor kecil yang tidak beroperasi di Ahad sore sekitar 2 tahun lalu, di daerah Tanjung Duren, Jakarta Barat. Dan akhirnya karena air hanyalah 1% dari komposisi hujan, kita bertiga hujan-hujanan mengejar bus kota yang lewatnya setahun sekali itu. Tapi iya juga kenapa banyak kenangan saat turun hujan ya.

Muhammad Ali

"Saya tidak merokok tapi saya menyimpan kotak korek api di saku saya. Ketika hati saya tergelincir terhadap dosa, saya membakar korek api dan merasakan panasnya pada telapak tanganku. Lalu saya berkata pada diri sendiri: "Ali, kau tidak bisa menanggung bahkan panas ini, bagaimana kau akan menanggung panas tak tertahankan neraka?." -Muhammad Ali- Well, actually I didn't know Ali like I know Mike Tyson or Many Pacquiao. I never watched his live performance in the boxing ring. I just know him like my father told me, he is such a pro boxer and like I know from what my father said he is one of the best boxer in the world.