Meet The Psychologist
Hidup emang selalu ngasih kejutan-kejutan yang gak terduga. Saya pernah ingin betul kuliah di Fakultas Psikologi, tapii nggak pernah sekalipun membayangkan menemui psikolog untuk urusan apapun. Dan sepanjang perjalanan hidup, ini pertama kalinya saya menemui psikolog dalam rangka pengobatan. Hyposalivation c.q. anxiety inilah yang menyebabkan saya menemui psikolog. Berhubung saya blank sama dunia per-psikologi-an, saat saya dirujuk ke psikolog hal pertama yang terlintas adalah bertanya langsung kepada orang yang merekomendasikan. Untungnya Universitas Indonesia nggak hanya punya Rumah Sakit Gigi dan Mulut aja, tapi ada Lembaga Psikologi Terapan (LPT) yang juga terbuka untuk umum. Jadi langkah awal biar pengobatan cepet tuntas, adalah dengan segera menghadapi kenyataan bahwa saya harus menemui psikolog. Karena masih satu tempat, di deket RSKGM FKG ada LPT selesai nemuin drg. Anzany, saya cabut ke seberang (letak dua gedung ini deket banget seberang-seberangan, cuma LPT agak ke ...