Kesan Pertama Ke RSKGM FKG UI




Pos kali ini judulnya disingkat biar gak kepanjangan. Dan kepanjangan dari judul di atas adalah Rumah Sakit Kedokteran Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Letaknya dimana? Di area FK UI di Jl. Salemba Raya, Jakarta Pusat. Kalo dari tempat saya jaraknya itu kurang lebih sekitar 20km-an lah.


Udah 2 bulan ini saya bolak balik ke RSKGM FKG UI buat berobat. Kira-kira satu sampai dua minggu sekali saya harus pergi kesana buat kontrol. Sakit apa kali ini? Hiposalivasi bahasa medisnya. Ini lebih ke penyakit mulut dibanding gigi, seenggaknya begitu diagnosa awal sampe kemudian diagnosa berubah.


Ngerasain nggak nyaman sama mulut dan area sekitarnya kurang lebih udah tiga bulanan, dimulai dari Oktober 2016. Tapi karena di akhir tahun itu saya nggak dapet izin cuti makanya begitu di Januari 2017 cuti di acc, saya niat banget buat meriksain ketidaknyamanan ini. 

Niat udah ada tapi kemudian timbul kegalauan mau berobat kemana. Mengingat banyak yang harus dipertimbangkan. Pertama nggak tau pasti menderita sakit apa, kedua pengobatan yang terkait sama gigi dan mulut nggak pernah murah, ketiga bingung harus kemana gigi dan mulut kah, spesialis penyakit dalam kah, tht kah, atau klinik khusus?



Setelah baca-baca referensi tulisan di google saya mutusin buat ke RSKGM FKG UI (walaupun reviuw tentang tempat ini gak banyak). Pertimbangan pertama jujur karena biaya. Hasil baca-baca di tempat ini murah gitu biaya berobatnya (buat perbandingan pembersihan karang gigi di dokter gigi pro sekitar 550 rb sedangkan di dokter RSKGM FKG UI  sekitar 75 rb). 

Kenapa bisa murah di sini? Penulis itu bilang karena yang menangani adalah mahasiswa kedokteran yang sedang praktek untuk gelar kedokterannya (sebutannya koas atau co-ass, ini tulisannya gimana si). Saya sih nggak terlalu ambil pusing dengan status mereka, buat saya mereka tetep punya ilmunya.


Oke, setelah yakin dengan pilihan ini, saya pergi ke sana. Pendaftaran di RSKGM FKG UI ini dilayani setiap Senin-Jumat pkl 08:00-11:00 aja, dengan biaya pendaftaran 10 rb. Kamu bakal diminta untuk isi identitas diri dan akan dapat kartu pasien. Peminatnya ternyata banyak loh mulai dari remaja sampai orang tua. Saya seneng liatnya, karena tingkat kesadaran masyarakat Indonesia tentang kesehatan gigi dan mulut mulai tinggi. 

Kalo baru pertama banget ke tempat ini, bakal diarahin ke dokter gigi umum buat ditanyain permasalahan yang dihadapin. Sambil dokter gigi umum menganalisis, kamu juga bakal diperiksa gigi dan mulut secara general baru di rujuk ke ahlinya. Saya dirujuk ke dokter gigi spesialis penyakit mulut.

Hasil ngobrol sama dokter gigi, jenis spesialis dokter gigi itu ada banyak macamnya. Ada yang spesialis penyakit mulut; dokter ini nanganin kesehatan rongga mulut di luar gigi kaya epitel mulut, kelenjar saliva, kerongkongan, dll.  Ada juga yang spesialisasinya di gigi, gusi, dan organ penyangga gigi, nah dokter ini yg biasanya nanganin pembersihan karang gigi, pencabutan gigi, pemasangan ortho dll. Dan ada yang spesialisasi bedah mulut, ini tipe dokter gigi yang menangani pasien yg punya riwayat penyakit khusus kaya jantung, mata, paru2, diabetes, dll.

Saya ketemu sama Drg. Anzany, drg yang lagi ambil spesialisasi penyakit mulut. Kesan pertama ketemu dokter di sini muda, ramah, komunikatif, dan informatif. Metode pengobatan di sini juga unik. Pertama dokternya akan kasih pertanyaan buat dia analisis, sambil nanya ke pasien sambil dia tulis-tulis di jurnalnya. Dokternya juga sambil buka catetan materi kuliahnya.

Buat saya sih seru semacem tanya jawab sambil cerita. Serunya itu kamu bisa nanya banyak hal tentang gigi dan mulut ke dokter, dokternya juga seneng jawabnya. Jadi interaktif ada komunikasi dua arah, nggak monoton, kesan angker kalo masuk ke ruangan dokter gigi itu bakalan hilang. 

Setelah itu baru dicek rongga mulut secara detail. Kalo perlu ada tes tambahan bakal dilakukan. Baru setelah itu kamu dapet diagnosis penyakitnya dan saran dari dokter dan  juga tambahan semacem second opinion dari dokter profesionalnya (karena dokter yang nanganin kamu masih belajar jadi dia akan ngelaporin hasil analisisnya ke dokter pro pembimbingnya).

Jadi simpulan saya dari berobat ke RSKGM FKG UI menyenangkan. Saya sih merekomendasikan tempat ini buat dikunjungi bagi yang peduli sama kesehatan gigi dan mulutnya. Saya jabarin di bawah ini plus minusnya.

Minusnya:
- Jam pendaftaran terbatas, hanya di hari kerja Senin-Jumat dari pukul 08:00-11:00 
- Buat sebagian orang mungkin nggak yakin dengan sebutan dokter masih belajar (balik lagi ke diri masing-masing sih karena 'what you think is what you get')
- Rame (jangan kaget kalo pas kita diperiksa, diruangan nggak cuma ada pasien dan dokter, tapi ada temen-temen si dokter juga yang ikut liat dan menganalisis)
- Buat yang menjunjung tinggi privasi, mungkin tempat ini kurang cocok. Pertama selain rame, kedua juga akan ada sesi pemotretan mengingat setiap kasus pasien sepertinya jadi bahan laporan (bukan wajah pasien yang difoto tapi ke sample real penyakitnya)
- Harus bolak-balik (tapi kayaknya kalo ke dokter gigi rata-rata emang nggak bisa cuma sekali sih ya)

Plusnya:
- Biayanya murah (no offense, nggak bikin kantong bolong)
- Dokternya muda, cantik dan ganteng (ini gak bohong, datang dan buktikan sendiri), ramah (noted banget secara dokter itu jasa pelayanan kesehatan jadi keramahan jelas penting)
- Personal (ini lebih ke after sales kalo di jual beli. Maksudnya selesai ditanganin sama dokter ini, kamu nggak akan ditinggalin gitu aja tapi bakalan di monitoring sampe case closed)
- Lengkap, semua spesialisasi ada dan letaknya di satu tempat jadi nggak ribet
- Walaupun status mereka dokter belajar, mereka itu udah dapet gelar dokter gigi kok. Jadi status belajarnya itu karena mereka lagi ambil spesialisasi, dan tenang aja  dokter dan pasien disupervisi sama dokter profesional (which is ini dosennya si drg yang lagi belajar itu)
- Pergi ke dokter gigi nggak pernah se-mengasikkan ini. Kamu berobat bisa sambil belajar tentang dunia medis (udah sakit jangan dibawa kepikiranlah, dibawa belajar aja) maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan
- Metode pengobatannya terstruktur; dan
- Mereka mengusahakan cara alami sebelum diberi obat-obatan kimiawi

Begitulah kesan pertama saya ke RSKGM FKG UI. Tempat yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi, selain berobat kamu juga bisa sigh seeing di komplek Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Siapa tau bercita-cita jadi dokter gigi juga, kalo bukan kamu mungkin anak-cucu kamu nantinya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sehari Di Makau