Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

Ingat Ingat

Konjugasi kata kerja (verba) ke bentuk negatifnya Sebelum mengkonjugasikan (merubah bentuk)  verba ke bentuk negatifnya, yang perlu diingat-ingat adalah pembagian verba. Verba di bahasa jepang, dibagi dalam dua bentuk verba ru- dan verba u,- saat kalian akan mengkonjugasi verba ingat selalu aturan ini ya. Karena seperti kita tahu, di bahasa jepang pun terdapat homonim (kata yang penamaan dan pengucapannya sama tetapi artinya berbeda). Di sini penamaan dan pengucapan bunyi-nya sama namun kanjinya berbeda, berikut ini beberapa contoh. Contoh 1:   きる。 1・着る -- to wear 2.切る --  to cut Contoh 2:   いる 1.いる [verba-ru] artinya ada untuk benda hidup bergerak (misalnya manusia dan hewan) 2.要る [verba-u] artinya  memerlukan atau membutuhkan Contoh 3:   ねる 1.寝る -- to sleep 2.練る – to knead Dimana letak perbedaan tiga contoh di atas? yang pertama merupakan contoh verba-ru, sedangkan yang kedua contoh verba-u yang berakhiran iru/...

Sama-Sama Berbicara

話す vs しゃべる Kali ini saya coba membedakan  話す「はなす」 vs しゃべる . Dua kata ini memiliki beberapa kesamaan, seperti keduanya merupakan verba-u (walaupun しゃべる berakhiran eru, verba ini masuk kategori verba-u yang diakhiri dengan bunyi iru/eru). Persamaan berikutnya, keduanya memiliki arti “berbicara” dalam bahasa Indonesia. Ow ..ow .. gimana cara bedain penggunaan keduanya? Kapan harus menggunakan 話す dan kapan harus menggunakan しゃべる? Sekilas mungkin jadi membingungkan, karena sama-sama memiliki arti “berbicara.” Tapi nggak usah khawatir, karena kita punya referensi cara ngebedain penggunaan dua verba ini dengan merujuk pada arti keduanya dalam bahasa inggris. Dalam bahasa inggris, verba 話す diartikan dengan “to speak” sedangkan しゃべる diartikan dengan “to talk.” Nah udah cukup jelas kan sekarang, dengan melihat arti bahasa inggrisnya. Speak vs Talk ‘Speak’ dan ‘Talk’ memiliki arti yang sama. Kata kerja ini memberitahu seseorang  mengeluarkan suara. Arti lai...

Dunia Pendidikan Butuh “Yankumi”

山口久美子 “Sekolah bukan tempat  bermain tapi untuk belajar. Makna belajar bukan untuk mendapatkan nilai bagus, tapi untuk melatih diri mengatasi kesulitan-kesulitan hidup” Kata-kata itu diucapin “Yankumi” saat ngakuin dirinya menyesal sebab nggak bisa nyaksiin murid-muridnya lulus SMA, karena keburu dikeluarin dari sekolah. Kenapa “Yankumi”?? Karena dalam sosok “Yankumi” saya ngeliat sosok guru yang sebenar-benarnya. Ada ungkapan “Guru” di gugu dan ditiru kan, nah “Yankumi” ngewakilin ungkapan ini. “Yankumi” yang nggak bisa tidur karena mikirin masalah murid, rela belajar bahasa inggris meskipun dia guru matematika, pantang nyerah, ngasih semangat, percaya dan ngelindungin murid meskipun nggak semua kata-kata sama tindakan muridnya sesuai. “Yankumi” lebih dari sekedar seorang guru yang hanya berniat menyelesaikan tugas di dalam kelas. “Yankumi” nggak cuma ngajarin muridnya pelajaran matematika dan arti kejujuran dan cara menyikapi berbagai masalah. Disaat ...