Sehari Di Makau


The Venetian Macao
Setiap terbang ke negara lain, kita tentu punya kesan masing-masing. Dan kesan saya tentang Makau saat berkunjung pertama kali adalah kemegahan gedung-gedung tinggi bangunan kasino, yang menyambut siapapun yang datang ke wilayah yang disebut-sebut Las Vegasnya-nya Asia ini. 


Jauh dibandingkan dengan bangunan kasino, bandara Makau hanyalah bandara kecil yang terdiri dari dua lantai, lantai satu untuk kedatangan dan lantai dua untuk keberangkatan. Walaupun kecil bandara ini nyaman dan ramai penumpang. Ada beberapa restoran dan convenient store, juga tempat penukaran mata uang asing dengan rate yang ditawarkan cukup bersahabat.

Ada yang unik di bandara ini, tempelan mozaik ikon kota di dinding bandara lantai dua menjadikan desain dalamnya artistik. Fasilitasnya baik, ada wifi gratis untuk publik yang dapat diakses dengan durasi waktu tertentu per sesi, keran isi ulang air minum di pintu kedatangan, konter informasi dengan brosur peta kota dan transportasinya, juga toko yang menyediakan kartu sim lokal.

Tidak jauh dari meja informasi, berderet konter shuttle bus milik masing-masing kasino untuk mengantarkan siapa saja yang mau berkunjung. Cuma untuk yang berjudi? Tidak juga, kenyataannya siapapun bisa menumpang shuttle bus gratis ini. Dengan armada bus yang masih baru berpergian di Makau menjadi nyaman, apalagi didalamnya juga tersedia wifi gratis.

Bus umum di Makau juga patut di coba. Selain bisa berbaur dengan warga lokal, kita sekaligus belajar bahasa Portugis lewat nama-nama halte bus. Kalau ingin mengelilingi kota Makau cobalah transportasi ini, yang jangkauannya dari ujung Coloane-Taipa sampai ke Macau Peninsula. Soal kenyamanan tidak kalah dengan shuttle bus yang disediakan kasino, kecuali untuk cara mengemudi supir bus yang menurut saya agak tidak santai.

Kalau kamu memulai perjalanan keliling kota dari bandara, cukup langkahkan kaki ke pintu keluar dan berjalanlah menuju halte bus yang tepat. Kamu bisa memutuskan setelah membaca peta rute bus umum yang sesuai dengan tujuan. Peta ini tersedia di masing-masing halte. Bus umum biasanya lewat setiap 5-10 menit sekali. Soal tarif tergantung jauh dekatnya jarak, mulai 3.2 - 6.4 MOP.

Jika mengunjungi Makau di bulan September, siap-siap dengan cuaca panas selain mewaspadai badai tropis. Selama berada di Makau saya ditemani dengan suhu 42 derajat di siang hari dan 38 derajat pada sore dan malam hari. Bawalah payung atau topi untuk melindungi kepala, handuk kecil kalau akan sering berjalan kaki, botol minum yang terisi penuh, dan pakaian ganti yang cukup banyak.

Untuk makanan, bawalah persediaan makanan kering dari tanah air. Selama berada di Cotai, saya berteman dengan menu fish o fillet-nya Mc-D yang dibeli di shopping center Sands Cotai Central dan di desa Taipa. Di Macau Peninsula, menu makan siang saya berupa nasi, dua jenis sayur, dan ayam goreng yang di beli di sebuah toko makanan Indonesia yang letaknya nggak bisa dijelaskan (dapat bantuan dari mbak orang Indonesia yang tinggal di Makau).

Makau terdiri dari tiga pulau besar: Coloane, Taipa, dan Macau Peninsula. Katanya dulu Coloane dan Taipa terpisah, tapi saat ini dua pulau tersebut sudah jadi satu dan disebut-sebut dengan Cotai (akronim dari Coloane dan Taipa). Cotai dengan Macau Peninsula pun kini telah menjadi satu karena terhubung dengan jembatan yang bisa disebarangi dalam waktu beberapa menit saja.

Ada apa di Makau? Ada banyak tempat yang bisa dikunjungi di Daerah Administratif Khusus Cina ini. Berkunjung ke sini saya menemukan harmoni antara suasana kuno dan modern. Bangunan modern ada di Cotai dimana kita bisa melihat komplek kasino mewah. Sementara bangunan kuno bisa dijumpai di desa Taipa dan Coloane juga Senado Square.

Buat yang mau menikmati kemegahan, gemerlap cahaya malam, dan hiruk pikuk aktivitas malam hari, perbelanjaan, juga hiburan kelas atas, bisa memilih untuk berkeliling dan bermalam dihotel-hotel milik kasino mewah di Cotai. Kamu bisa berpindah tempat dari The Parisian ke Four Seasons, The Venetian, Galaxy, City of Dreams, Sands Cotai Central, MGM, maupun Wynn Palace.

Karena cuma di Makau perjudian dilegalkan, nggak ada salahnya main ke kasino terbesar dan termegah di Makau, The Venetian, buat ngerasain dari jarak paling deket padatnya aktivitas wisatawan. Mulai dari yang sibuk taruhan di meja kasino, sekedar foto atau bikin video di kanal dalam mal, wisata gastronomi, atau belanja barang ber-merk buat yang beruang sambil ditemenin alunan musik klasik yang bikin betah berlama-lama.

Buat yang suka bangunan bersejarah apalagi yang masuk dalam daftar warisan dunia UNESCO, berkeliling di Macau Peninsula jadi pilihan tepat. Memulai perjalanan dari Senado Square, menuju Gereja St. Dominics dengan cat kuningnya yang terang, melewati Leal Senado, dan berhenti di St. Paul ruin. Siap-siap dengan padatnya wisatawan kalau kamu berkunjung ke tempat ini di siang hari.

Atau bisa juga mengunjungi semuanya dalam sekali kunjungan. Memulainya dengan berpanas-panasan dengan berkeliling di sekitar bangunan bersejarah di Macau Peninsula, mengunjungi desa Taipa yang tenang, serta menyejukkan badan dengan menikmati keindahan replika kota Venesia di The Venetian. Juga jangan lupakan bersantai sejenak di pinggir laut, sambil menikmati Portuguese Egg Tart Lord Stow's Bakery di desa Coloane.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesan Pertama Ke RSKGM FKG UI