Males Tahajud?
-Bukankah kekasih senang berjumpa dan berduaan dengan kekasihnya-
Cuplikan kalimat di atas, saya dapat dari tulisannya Ust. Arifin Ilham, yang di muat di "Hikmah" Khazanah Republika (29/4). Judulnya Alasan Malas tahajud, ahh...saya banget. Berikut saya tulis ulang sesuai cetakan aslinya, selamat membaca.
Alasan Malas Tahajud
oleh Muhammad Arifin Ilham
Semoga dengan mengenali alasan mengapa masih malas tahajud, tergeraklah kita untuk menjaga amalan mulia ini. Sungguh tidak ada kemuliaan seorang hamba kecuali karena keistiqamahannya menjaga sholat Tahajud.
Dan mudah-mudahan pula dengan mengenalnya, kita segera bermuhasabah diri. Sebab, sungguh dunia terasa surga sebelum surga bagi hamba Allah yang telah merasakan indahnya, nikmatnya, bahagianya shalat malam.
Pertama, dho'ful iimaani, lemah iman. Kalau kuat iman, pasti ia sangat cinta, rindu, dan sangat bahagia menghadap-Nya di penghujung malam (QS. al-Mujammil ; 6). Bukankah kekasih senang berjumpa dan berduaan dengan kekasihnya.
Kedua, al-jahlu, karena awam ilmu agamanya. Seandainya tahu dalil, keutamaan, rahasia, hikmah, keajaiban, manfaat, indahnya tahajud, pastilah ia menjaganya, bahkan sebelum tidur pun sudah senang karena malam akan menghadap Allah (QS. az-Zumar : 9).
Ketiga, hubbud dunya. Diperbudak dunia sehingga dilelahkan dan disibukkan dengannya siang malam. Bangun malam pun karena target dunia.
Keempat, abdul hawa, budak nafsu. Orang yang kegemarannya melakukan amal maksiat, seperti pezina, pemabuk, pejudi, dan sebagainya sangat sulit untuk shalat malam. Puas dan senangnya hanya pada hal maksiat (QS. Yusuf : 53).
Kelima, tho'mul haraami, banyak makan minum yang haram. Bisa dipastikan jika sesuatu yang dikonsumsinya adalah haram, ia akan berat sekali untuk shalat lima waktu, apalagi shalat malam. Kalaupun shalat terkesan berat dan cenderung malas-malasan. "Mereka tidak mengerjakan shalat, tapi dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, tapi dengan rasa enggan" (QS at-Taubah : 54).
Keenam, kasrotul dzunuub, karena selalu dan keseringan berbuat dosa. Setiap dosa yang diperbuat menjadi noktah hitam di hati. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya seorang hamba ketika berbuat dosa, maka pada hatinya akan tertinggal setitik noda hitam. Jika dia bertobat dari dosanya, hatinya akan dibersihkan dari noda hitam tersebut. Namun apabila dia terus menambah dosanya, noda hitam tersebut pun semakin bertambah" (HR at-Tirmidzi).
Ketujuh, karena alasan dari poin pertama sampai keenam, ia pun dengan mudah dikuasai setan (QS al-A'raf : 175). Ketika Rasulullah diberitahu tentang seorang yang tidak tahajud, beliau menjawab, "Setan telah mengencingi kedua telinganya" (HR an-Nasa'i dan Ibnu Majah). Semoga Allah menanamkan keindahan iman di hati kita dan kenikmatan shalat malam. Aamiin.

Komentar