Muhammad Al-Fatih 1453

In the old times the west attacked to the east but these days the world has changed so I will invade the west from the east to form a single empire a single religion and a single rule over the world. -Fatih Sultan Mehmed II-



Pada suatu masa ketika dunia hanya terbagi menjadi dua bagian, sudah menjadi kewajaran bagi Barat untuk menaklukkan Timur. Namun ada seorang pemuda yang membalik semuanya dan menaklukkan sebagian besar Barat.

Pemuda yang mengukir namanya dalam sejarah emas dunia, dengan prestasi dan pencapaian yang tidak pernah ada pada masanya ataupun sebelumnya, prestasi yang jauh melebihi masanya.

Pasti, akan ditaklukkan Konstantinopel dan sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya (HR. Ahmad).

Tiga hari setelah penaklukkan Konstantiopel, saat pasukan Islam hendak melaksanakan shalat jum'at kali pertama di Konstantinopel, Sultan Mehmed bertanya "Siapakah yang layak menjadi imam shalat jum'at?"

Namun, tidak ada seorang pun yang berani menawarkan dirinya. Melihat hal itu, Sultan Mehmed segera bangun dari tempat duduknya dan meminta kepada seluruh jama'ah untuk sama-sama berdiri. Kemudian, dia bertanya "Siapakah di antara kalian yang sejak remaja, sejak akil balighnya hingga hari ini pernah meninggalkan shalat wajib lima waktu, silakan duduk?!"

Tidak ada seorang pun di antara pasukan Islam yang duduk. Semuanya masih tegak berdiri. Artinya, pasukan Islam yang dipimpin Sultan Mehmed sejak mereka remaja hingga pada hari itu, tidak ada seorang pun yang pernah meninggalkan shalat wajib. Tidak sekalipun, mereka melalaikan shalat fardhu.

Mehmed tersenyum, kemudian bertanya untuk kali kedua, "Siapa di antara kalian yang sejak akil baligh dahulu hingga pada hari ini, pernah meninggalkan shalat sunnah rawatib? Kalau ada yang pernah meninggalkan shalat rawatib sekali saja, silakan duduk!"

Sebagian di antara pasukan Islam yang merasa pernah meninggalkan shalat rawatib, mereka segera duduk. Namun, masih berdiri tegak. Artinya, sejak masa remajanya, mereka tidak pernah meninggalkan shalat rawatib, yaitu shalat sunnah yang mengikuti shalat fardhu. Betapa kualitas karakter dan keimanan mereka sebagai muslim bernilai tinggi.

Sultan Mehmed pun kembali berseru sambil mengedarkan matanya kepada seluruh pasukannya yang masih berdiri tegak "Siapa di antara kalian yang sejak masa akil baligh sampai hari ini pernah meninggalkan shalat tahajud di kesunyian malam? Bagi yang merasa pernah meninggalkan atau kosong satu malam saja, silakan duduk?!"

Pasukan Islam yang sebelumnya masih banyak yang berdiri tegak dengan segera duduk rapi kembali. Namun, ada pemandangan yang menakjubkan, ada seorang pemuda yang masih tetap tegak berdiri. Dia adalah Sultan Mehmed II bin Murad II, sang penakluk Konstantinopel. Dialah yang pantas menjadi imam shalat jum'at pada hari itu.

Konstantinopel akan jatuh ke tangan seorang laki-laki. Pemimpin yang menaklukannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan (HR. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad)

Cerita ini ada di dalam buku berjudul Muhammad Al-Fatih 1453, yang merupakan salah satu karya-nya Ust. Felix Y. Siauw terbitin Al Fatih Press, Maret 2013. Ini adalah buku yang saya rekomendasikan buat siapapun yang suka sejarah (yang nggak suka sejarah juga harus banget baca lah). Harus di ceritain dari orang tua ke anak-anaknnya, guru-guru ke muridnya, kaka ke adiknya atau sebaliknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesan Pertama Ke RSKGM FKG UI

Sehari Di Makau