Antara Cappadocia, Alexandria, dan Palestina
Andai punya kesempatan kedua umroh, saya bingung milih antara Cappadocia, Alexandria, dan Palestina.

Gara-gara nemuin wisata balon udara di Cappadocia timbul keinginan kuat untuk mengunjungi tempat wisata bersejarah ini. Keinginan pergi ke wilayah yang terletak di Anatolia Tengah ini juga yang mendorong semangat saya untuk mengumpulkan uang bermilyar-milyar poundsterling (hehehe...gaya). Saya yang paling males nabung dan suka belanja ini tiba-tiba berkeinginan keras untuk bekerja, supaya bisa nabung dan mengunjungi Cappadocia, waa ajaib.
Tapi jangan tanya macam-macam soal Cappadocia, sebab sungguh nggak tau persisnya tempat ini kaya apa. Apakah dia nama kota, sejenis tempat pariwisata, apa malah nama karpet made in Turkiye? Saya cuma tau Cappadocia letaknya di Turki. Nah lo Turki itu dimananya Indonesia? Haha...ngaak tau, nggak tau.
Baru-baru ini masih sih tetep pengen pergi ke Cappadocia, tapi mulai ada pesaingnya si Alexandria. Sayangnya hari ini tersesat...Peringatan!! Membaca surat kabar terbukti bisa mempengaruhi destinasi perjalanan awal yang sudah ditetapkan.
Gara-gara baca koran tengah hari, rencana destinasi perjalanan ke Cappadocia dan Alexandria yang lama diimpikan pun saya bubarkan dan saya sudah bertekad bulat merubahnya menuju tanah para nabi, Al-Quds. Ternyata hati menyimpang juga, nyatanya ada satu rindu yang membuat saya memilih untuk mengunjungi negeri para syuhada, masjid Al Aqso.
Masjid Hagia Sophia, Masjid Sultan Ahmet Camii (the blue masjid), Masjid Kocatepe, Cappadocia, Alexandria, apa Kabarnya Do? Kapan-kapan lagi bisa diusahain sambil nunggu giliran. Beberapa tahun ke depan mau fokus nyaingin om Bunuel sebab dia udah lebih dulu ke Palestina, "Don't Tell My Mother."
Komentar