After The Storm Come The Rainbow

Kali ini saya mau nge-review penginapan di Makau. Setahun lalu sempet booking penginapan di Best Western Hotel Sun-Sun yang letaknya ada di Old Makau (Saya membagi Makau jadi dua biar gampang buat diinget; Taipa, Coloane, Cotai sebagai new Makau dan St. Paul Ruin, A Ma temple, dkk sebagai old Makau.
Sepekan sebelum keberangkatan semuanya udah fix sampe kemudian kita dapat surel dari manajemen hotel yang ngabarin kalau mereka nggak bisa mengakomodasi permintaan kita (alias membatalkan pesanan), dikarenakan propertinya terkena dampak Topan Hato dan Badai Pakhar yang menerjang Hong Kong dan Makau pada September 2017.
Tersebab surel itu jadwal nggak jadi fix, kita belum dapat penginapan sementara tiket pesawat ke MFM (Bandara Makau). Cari penginapan di Makau itu sebenernya nggak susah, karena pilihannya banyak. Satu-satunya masalah buat bekpeker adalah harga penginapan di negara ini terbilang mahal.
Untungnya after the rain come the rainbow, Alhamdulillah kita dapet penginapan yang letaknya di Cotai (new Makau). Intinya untuk membuktikan kepada orang luar kalau Makau aman dan cepat pemulihan walaupun habis dilanda bencana, hampir semua hotel menurunkan tarif untuk menarik minat banyak orang supaya datang ke Makau.
Rezeki anak soleh dan solehah ya, nggak nyangka bisa nginep di Holiday Inn Macau Cotai Central. Hotelnya entah ada berapa lantai karena mereka punya 1,224 kamar. Letaknya samping-sampingan bareng tiga hotel lain kaya Conrad, The St. Regis, dan Sheraton Grand Macao Hotel yang masih satu grup di bawah kepemilikan Sands Corp.
Mereka ini satu komplek penginapan walaupun beda bangunan, enaknya karena masih satu grup antar bangunan itu dihubungkan sama semacam jembatan penyebrangan yang nyaman. Jadi kalau mau main ke antar mal, nggak perlu panas-panasan ke luar hotel buat masuk hotel lainnya, cukup lewatin semacem jembatan penghubung ini.
Kalau tujuan utama ke Makau untuk main di sekitaran kasino, nge-mall, atau ke Taipa dan Coloane Village, rasanya nginep di kawasan Cotai Strip adalah pilihan ciamik. Karena buat berpindah dari kasino ke Taipa Village misalnya cuma perlu jalan kaki. Beda cerita kalau tujuan utamanya ke tempat bersejarah kaya St. Paul Ruin, bisa pilih nginep di Old Makau.
Umumnya penginapan di Makau akan minta uang deposit saat melakukan check in dan dikembalikan saat check out. Jumlahnya tergantung kebijakan masing-masing hotel, biasanya mereka menginformasikan di laman web. Kalau nggak ada kalian bisa rajin baca-baca komentar tamu yang pernah menginap.
Uang deposit ini nggak cuma di hotel besar loh tapi hostel atau Inn juga kena. Termasuk di Holiday Inn Cotai Central ini, deposit ini akan diminta pada saat kalian check-in (waktu itu 1000 HKD) dan bentuknya harus cash. Tenang uangnya dengan jumlah yang nggak berkurang ini bakal balik ko, selama kita nggak mengganggu properti punya hotel.
Hotel ini punya fasilitas apa aja? Mereka punya semua fasilitas yang ditawarkan hotel bintang empat pada umumnya, yang jelas keramahan sama kemampuan staf hotel berkomunikasi pake bahasa Inggris jadi pilihan utama buat tamu yang nggak ngerti bahasa setempat (pertimbangan kita berdasarkan baca-baca komen).
Ukuran kamarnya luas, bahkan untuk sebuah ruangan dengan tambahan bed yang dihuni tiga orang dewasa pun masih menyisakan ruang gerak yang lega. Ada kaca besar dengan pemandangan sekitaran yang lumayan jadi hiburan (kalo di Indonesia harganya beda nih). Televisinya juga punya saluran internasional (ini juga penting biar nggak garing).
Pertimbangan kita kita sewa bed tambahan? karena kita nggak tau kebijakan penginapan di negara orang, jadi jaga-jaga biar aman. Kalo di Indonesia kan cenderung masih berani sewa satu kamar buat banyak orang. Tapi di negara orang, kita sih nggak berani coba-coba karena kita bukan tipe nekat backpeker.
Itu televisi pake saluran internasional penting banget ya disebutin? penting. Balik lagi ketika berpergian kendala bahasa juga harus dipertimbangkan. Waktu itu keadaannya jadwal berpergian kita itu di bulan di mana lagi musim topan, kita butuh untuk tetap terhubung sama informasi yang kita ngerti dong (salah satunya dari tv ini).
Fasilitas lainnya, di lobi bawah hotel ada kasino, bar, mal, restoran, foto booth dengan tema film animasi Kung Fu Panda pada waktu itu, juga ada taman rimbun dengan air mancur menari setiap satu jam sekali. Di hotel daerah cotai umumnya ada kasino, terus aman nggak bawa anak-anak untuk nginep di sini? Aman.
Kasinonya walaupun terletak di lobby hotel, yang mana kaya semua orang bakal tau. Tapi kasino ini dijaga ketat sama bodyguard (apa tukang pukul sih) di tiap sudutnya. Bahkan kalau ada orang menuju ke kasino, si bodyguard-nya bakal sigap nanya semacem "beneran lau mau ke kasino?" ya kurang lebih begitu dah.
Nggak jauh dari pintu masuk hotel, Holiday Inn punya fasilitas titip barang yang dijaga sama seorang petugas. Siapapun (nggak harus jadi tamu hotel) boleh titipin barang di sini, mungkin untuk tamu non hotel ada kebijakan tertentu kaya dikenain biaya. Nggak sempet tanya-tanya sih, cuma dari baca-baca blog orang juga sewanya nggak mahal ko.
Ada juga fasilitas bus gratis. Bukan rahasia lagi kalau kasino di Makau tu manjain orang-orang yang datang, salah satunya dengan menyediakan bus gratis ini, tujuannya supaya mereka tertarik untuk mampir ke kasino (mampir boleh, tapi main mending nggak deh soalnya penjudi di sini kelas internasional yang kalau mau judi harus pakai jas, ribet cuy).
Semua bus kasino kayaknya si ngelewatin dan berhenti di bandara Makau, beberapa bus kasino juga ngelewatin dan berhenti di pelabuhan, dan juga kawasan perbatasan Gongbei (Makau sama China?). Kenapa begitu? ya karena tempat-tempat ini merupakan pintu masuk tamu-tamu ke Makau.
Walaupun umumnya bus kasino punya nama sesuai nama kasino yang menyediakan, misalnya The Venetian Macao, The Parisian, City of Dream, Wynn Cotai, MGM, dkk, faktanya penumpang bus ini nggak melulu tamu yang menginap di hotel tersebut. Terlepas dari tujuan berjuadi atau nggak, fasilitas ini menguntungkan loh buat keliling Makau.
Kita juga sempet nyicipin naik bus gratisan ini. Awalnya berencana naik bus Holiday Inn buat ke pelabuhan Makau, tapi karena bus-nya baru aja berangkat abang-abang hotel nyaranin untuk naik bus Wynn Cotai. Namanya juga jalan-jalan, jadi kita beneran jalan buat menuju Wynn yang letaknya nggak jauh (cuma panas doang) dari Holiday Inn.
Letak halte-nya di lantai bawah Wynn Hotel, haltenya rame sama turis yang kayaknya pada mau nyobain keliling Makau gratis naik bus kasino. Penumpang bisa antre di halte yang sesuai sama tujuan bus. Walaupun rame untung penumpang yang bareng kita waktu itu sih, antriannya tertib dan pas masuk ke dalam bus juga tertib.
Lumayan loh naik bus gratisan ini, walaupun gratis keliatan kalau bus-bus ini dirawat dengan baik. Di dalam bus berasa AC-nya adem, ada televisi, dan wifi gratis, penumpang yang naik pun sesuai kursi nggak ada yang berdiri. yang antri bus banyak tapi karena bus-nya juga banyak jadi berasa nyaman.
Yah, jadi bus hotel-nya nggak ada yang ke pelabuhan ya? justru bus hotel gratis itu amat sangat berguna kalo tujuan kalian straight to the point. Misalnya dari hotel ke bandara atau ke pelabuhan, itu malah tinggal duduk manis. Tapi karena waktu itu kita dari hotel nggak langsung ke pelabuhan tapi mampir ke Senado, jadilah begitu.
Selama di Makau kita nggak pake beli sim card setempat, atau aktifin roaming operator lokal sebelum sampe. Di bandara kita pake fasilitas public wifi, sampe hotel pake wifi hotel yang jangkauannya lumayan luas, di bus pake wifi gratis bus, di Senado Square dan sekitarnya juga pake public wifi, amanlah.
Untuk makan selama di Makau, kita mengandalkan fish o fillet-nya McD sama perbekalan yang dibawa dari rumah. McD di Cotai strip letaknya di 48 R. de Pedro Cautinho, Macau (di LG sebuah mal, tapi staf-nya nggak berbicara bahasa inggris dengan cukup baik jadi agak susah dimengerti, tunjuk-tunjuk ajalah kalo nggak ngerti).
Di Taipa Village juga ada McD, yang ini gampang ditemuin. Letaknya di pinggir jalan dan harganya jaaaauh lebih murah dibandingkan dengan McD yang di dalam mal tadi (dengan harga satu burger di mal, bisa dapat 3 fish o fillet disini -_-). Staf-nya lumayan ber-bahasa inggris dengan baik. Dan nemuin outlet KOI juga tapi nggak coba karena belum buka.
Sempet ke The Venetian buat cari salah satu tempat makan (lupa namanya) yang ada di area foodhall, ternyata beberapa bulan sebelum kita datang restorannya udah tutup, pantesan di cari-cari nggak ketemu. Malah nemu food court di lantai 2 dengan menu yang mereka pajang pake bahasa inggris, cuma nggak ada yang berlogo halal.
Ada restoran halal di The Venetian Macao namanya The Golden Peacock, restoran india dengan menu yang dijual per set (tipikal resto fine dining yang ada entree, main course, sama final course). Sempet dicari-cari walaupun nggak niat makan di sana juga sih daaan nggak ketemu, entah karena saking kita dodol apa The Venetian yang kegedean.
Kalau di Old Makau malah banyak restoran halal kayaknya, yang paling terkenal sih Loulan Islam Restaurant, letaknya di sekitar Senado Square. Walaupun lagi-lagi saat dicari kita nggak bisa nemuin -_- (sedih bet), tapi jadinya malah nemu rumah makan halal dan yang jualan orang Indonesia dong (ini letaknya di gang-gang old Makau).
![]() |
| lordstow.com |
Khusus di Coloane, karena sampenya bareng sama makan siang kita beli buah. Di seberang toko Lord Stow's ada pasar kecil jual banyak buah-buahan (selama nggak beli buah tropis, harganya murah). Ada restoran Cafe de Nata ya di sini, buat yang nggak pilih-pilih makanan bisa dicoba.
Terakhir, karena Makau terkenal sama Portuguese Egg Tart-nya, jangan sampe udah sampe sana tapi malah belum cobain si egg tart (kudu balik lagi ini mah, fix). Dan rekomendasi egg tart dari saya adalah Lord Stow's Bakery yang ada di Coloane (otentik dan bersejarah gitu).
Si Lord Stow's ini punya banyak cabang, termasuk yang paling strategis ada outlet-nya di The Venetian Macao dan Taipa Village. Tapi katanya rasanya beda sih, butter yang di pake di Lord Stow's Coloane itu ya cuma di pake di sana dan nggak di cabang-cabang lainnya. Dan emang rasanya juara banget (satu-satunya alesan buat rindu dan balik ke Makau lah ini).
Jadi..
Apa saya merekomendasikan Holiday Inn? iya;
Apa saya merekomendasikan Makau? iya, 2 hari 1 malam di Makau dan masih banyak tempat yang belum ter-explore (khusunya old Makau);
Mata uang pake MOP atau HKD? dua-duanya di terima, rate MOP sediikiit lebih murah dibanding HKD. Kalau niat beli MOP, sebelum keluar Makau mending dihabisin.

Komentar