Wahai Orang-Orang Yang Nggak Peka

weheartit.com
Perilaku baik penting banget ya temen-temen, terserah kalian dilahirkan dan dibesarkan dimanapun, prinsip di mana bumi di pijak di situ langit di junjung (dengan istilah apapun) tetep perlu jadi pegangan. Fungsinya sebagai kontrol terhadap diri sendiri, supaya nggak jadi orang yang malu-maluin dimanapun berada.

Beberapa bulan lalu, saya pergi nonton film di bioskop di sebuah mal Jakarta. Suasana teater saat itu nggak penuh malah lowong. Tempat duduk bagian bawah hampir kosong, sementara tengah dan atas jadi tempat duduk favorit penonton. Saya bertiga bareng temen-temen duduk sederet di kursi hampir mendekati atas, dimana dalam satu baris itu isinya kita bertiga aja.

Di tempat duduk di barisan belakang saya, ditempatin sekeluarga (suami istri dan dua orang anaknya yang masih kecil). Awal sampai pertengahan film diputar nggak ada masalah apapun, sampai kemudian mulailah yang duduk di barisan belakang ini menganggu. Kaki anak kecilnya menendang-nendang kursi yang saya duduki.

Mereka mulai bercanda dengan suara riangnya, nggak masalah sama sekali mengingat mereka anak-anak kecil yang gampang bosen. Tapi yang menganggu adalah kakinya yang nggak bisa diem nendang-nendang kursi. Mungkin ada yang mikir "tinggal pindah aja susah amat yekan, toh kursi samping kosong." Maaf nih saya bukan orang yang gampang pindah ke kursi yang bukan jadi hak saya (minimal kalau mau pindah minta izin dulu)." 

Jadilah setengah sisa film harus saya nikmatin pake tambahan efek tendangan dari bocah-bocah yang duduk di belakang tempat duduk. Cuma saya kesel aja sama sikap orang tuanya yang nggak memberi tahu anaknya bahwa hal itu mengganggu orang lain dan mereka pun tidak "say sorry." Walaupun saya juga kesel sama diri sendiri kenapa orang begitu nggak gue tegor, dll.

Berikutnya di dalam pesawat terbang. Di barisan tempat duduk belakang saya diisi dengan tiga orang gadis remaja. Sedari awal masuk pesawat mereka bertiga emang ngobrol (bermula dari perkenalan dan berlanjut dengan cerita-cerita), satu pesawat mereka bertiga yang paling rame suaranya. Mulai dari pesawat take off sampai landing mereka seneng ngobrol sepanjang perjalanan.

Di udara, di saat yang lain hening kebanyakan tidur atau cuma merem-merem doang, selain suara pramugari pramugara yang kedengeran, ada satu lagi sumber suara yang terdengar yaitu suara mereka bertiga. Ya ngobrol, ketawa-ketawa, sampai nyanyi pun di dalam pesawat itu. Mulai berasa juga nih gangguan suara tapi yaudahlah hak mereka yekan.

Sampai pada satu titik, orang yang duduk tepat di belakang saya kakinya dinaikkin ke pegangan tangan kursi penumpang di depannya (maksudnya pegel mau selonjoran gitu). Saya lagi tidur dan kebangun karena maaf ya tercium bau kaki (kakinya nggak nyentuh tangan saya), tapi aroma kakinya yang menganggu. Lagi-lagi saya kesel sama diri sendiri karena nggak berani negor.

Saat ngalamin hal-hal gak nyenengin gini, saya jadi inget sama diri sendiri "apa saya pernah memperlakukan orang sebegitunya, sampe saya dapet perlakuan kayak gini?," sedih loh sebenernya, ya walaupun orang yang ngelakuin mungkin nggak bermaksud bikin orang lain sedih. Mereka mungkin hanya kurang peka.

Nah, buat orang-orang yang nggak peka atau kurang bisa bersikap baik di tempat umum, tolong dong lebih peka lagi sama orang lain. Sebelum kalian melakukan sesuatu tolong pikirin orang lain lebih dulu, kalau nggak bisa minimal tanyakan ke diri sendiri kalau kalian yang mendapat perlakuan seperti itu apa kalian senang.

Karena pada dasarnya tiap orang beda-beda, ada yang mendapat perlakuan seperti itu dan langsung di tegur. Ada juga yang menunggu sampai ambang batas kesabaranya, ya tapi kan kasihan sama yang model begini jadi harus menderita karena kelakuan kalian yang bar-bar, wkwkwk (kek contoh gue maksudnya).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesan Pertama Ke RSKGM FKG UI

Sehari Di Makau